Selasa, 21 April 2009

Real Time Operating System

Definisi

Menurut wkipedia yang dimaksud dengan realtime operating system (RTOS) adalah suatu sistem operasi multitasking yang diperuntukan untuk aplikasi real time. RTOS memfasilitasi pembentukan sistem real time tetapi tidak terdapat jaminan hasil akhir yang ditawarkan akan menjadi real time. Hal ini memerlukan pengembangan aplikasi yang benar. Sedangkan menurut Sebastian Fischmeister RTOS adalah suatu sistem operasi yang sering digunakan seagai kontrol dari suatu devais dalam suatu aplikasi yang tetap terhubung. Dikatakan juga bahwa RTOS adalah suatu sstem operasi yang mendefinisikan dengan baik batasan waktu yang telah ditentukan.

Yang menjadi motivasi dikembangkanya suatu sistem operasi yang diperuntukan khusus untuk sistem real time sistem adalah karena pada sistem operasi biasa yang telah ada tidak mendukung batasan yang ada pada sistem real time seperti scheduling policies, proses sycronization atau arsitektr dari sistem realtime itu sendiri. Oleh karena terdapatnya ketidaksesuian antara requirement dari realtme sistem dan fasilitas yang ada pada sistem operasi biasa maka dikembangkan lah RTOS ini dengan tujuan untuk Membuat suatu lingkungan yang sesuai dengan batasan waktu yang keras pada eksekusi task dalam lingkungan yang reaktif. Dua ide kunci yang ditanamkan yakni predictability (dapat mprediksi konsekuensi dari segala keputusan di scheduling ) dan schedulability guarantees (memverifikasi schedulability dari satu set task yang diberikan).

Fitur

Dikebanyakan sistem realtime tidak menyediakan fitur-fitur yang biasa terdapat pada sistem desktop (sistem komputer non realtime) hal ini dikarenakan oleh karena sistem realtime biasanya mempunyai satu tujuan khusus, sistem realtime sering tidak membutuhkan suatu interface untuk user, dan feature –feature yang ditemukan di sistem non realtime membutuhkan lebih banyak substansional hardware daripada yang terdapat pada sistem realtime.

Requirement

Terdapat beberapa requirement standar yang harus dipenuhi dari sebuah RTOS, yang pertama yang sangat dibutuhkan adalah aspek waktu. Aspek waktu ini meliputi sebagai contoh periodik dan absolute timeout, atau suatu interface dari akses waktu seperti clock_gettime dan clock_getres, juga singkronisasi waktu. Untuk lebih jelas nya suatu RTOS harus dapa memenuhi tiga requirement kunci dari realtime sistem :

1. Prilaku pewaktuan dari sistem operasi harus dapat diperkirakan

2. Sistem operasi harus dapat mengatur pewaktuan dan penjadwalan

3. Sistem operasi harus berjalan dengan cepat

Desain dan Metodologi

Terdapat dua desain dasar pada RTOS yakni ; desain event driven dan desain time sharing. Pada Desain event driven task berganti ketika suatu event yang memiliki prioritas lebih tinggi membutuhkan layanan, disebut juga pre-emtive priority. Sedangkan pada desain time sharing task berganti pada saat interrupt clock dan pada event disebut juga dengsn round robin. Desain time sharing perubahan task lebih sering dari yang dibutuhkannya tetapi memberikan multi tasking yang lebih deterministik dan lebih rapat.

Dalam hal struktur dari sistem operasi realtime terdapat beberapa struktur yang dapat diterapkan pada sistem operasi realtime seperti monolitic os, layered os, client-server os. Sebagai contoh pada struktur monolitik sistem operasi terdiri dari satu bagian code yang dibagi kedalam modul-modul yang berbeda. Masalah atau kelemahan pada struktur monoitik ini adalah susah nya untuk melakuan debug. lain hal nya dengan struktur yang lebih baru yakni client server penekanan aplikasi sebagai klien yang melakukan permintaan layanan melalui pemanggilan sistem terhadap server task, keuntungan pada tipe struktur ini adalah lebih mudah untuk melakukan debug dan scale dan kemudahan distribusi melewati multiple prosesor, juga kemungkinan load dan unload modul secara dinamis.

Metodologi yang diterapkan pada suatu RTOS :

1. Priority-based Kernels :VxWorks, OS9, pSOS

Objektif: performansi tinggi untuk respon waktu rata-rata ke event eksternal

Karakteristk : fast context switching, small foot print, eficient interupt hundling premptable primitives, fast communication mechanism, driven by real time clock, Task scheduling with fixed priorities, synchronization tools, limitations communication protocols.

2. RT extensions of timesharing systems :RT-Mach, RT-Unix

Objektif: Memperpanjang waktu-berbagi (comercial tme-sharing) sistem untuk memenuhi batasan real-time

Karakteristk : Reuse standard peripherals and interfaces, Speedier development, Reused Kernel, Task Scheduling with fixed priorities, Re-implemented User-Level Threads, Nonpreemptable syscalls, interrupts.

3. Research operating systems:Spring, HARTIK

Objktif: kemampuan untuk menangani task dengan batasan waktu yang ekspisit seperti perioda dan batas waktu.

Karakteristik: Scheduling guarantee mechanisms, Characterize tasks with additional parameters, Avoidance of nondeterministic blocking time

Implementasi

Secara umum dalam implementasi nya RTOS harus dapat menyediakan preemptive (priority based scheduling ), preemptive kernel dan minimalisasi dari latency (jumlah waktu dari mulai muncul nya event sampai event tersebut dilayani). Sedangkan dalam hal fungsionalitas yang harus terdapat pada RTOS antara lain adalah sebagai berikut :

1. Manajemen prosesor

2. Manajemen Memori

3. Manajemen waktu

4. Manajemen task

5. Komunikasi dan singkronisasi task

Pada sumber yang lain dikatakan ke lima fugsionalitas diatas dirangkum kedalam tiga fungsi utama yakni scheduler, resource management dan dispatcher.

Contoh RTOS

1. QNX RTOS v6.1 yang memiliki arsitektur berbasis klien-server . QNX mengadopsi pendekatan
pelaksanaan sebuah OS dengan 10 Kbytes mikro-kernel yang dikelilingi oleh tim opsional
memberikan proses yang lebih tinggi tingkat dalam hal layanan OS. Setiap proses termasuk perangkat driver yang telah memliki ruang memori virtual sendiri . Sistem dapat disalurkan melalui beberapa node, dan jaringan transparan. Kinerja sistem yang cepat dan predictable dan kuat.
Mendukung prosesor Intel x86family, MIPS, PowerPC, dan besi. Dokumentasi
luas kecuali rincian pada API [10]. QNX telah berhasil digunakan dalam ROM kecil yang berbasis sistem dan tertanam di beberapa ratus-node yang didistribusikan didalam sistem.

2. VRTX memiliki fasilitas Multitasking untuk memecahkan real-time performa persyaratan ditemukan tertanam dalam sistem. Pre-emptive penjadwalan diikuti memastikan respon yang terbaik bagi aplikasi kritis. Komunikasi antar-tugas adalah dengan menggunakan surat dan antrian. Adalah surat setara dengan sinyal acara dan kegiatan dapat lulus data bersama dengan acara itu. Antrian dapat terus beberapa pesan dan fasilitas penyangga ini berguna saat mengirim tugas memproduksi pesan lebih cepat dari yang dapat menerima tugas menangani mereka. Alokasi memori dinamis dan didukung alokasi dan melepaskan tetap berada dalam ukuran blok untuk memastikan respon predictable kali. VRTX memiliki dirancang untuk pengembangan sistem dan menargetkan kemerdekaan serta real-time clock inti independence.VRTX menyediakan layanan yang dapat digunakan setiap microprocessor-nya .

3. Windows CE adalah sistem operasi yang kaya fitur dan tersedia untuk berbagai
hardware platform. Pameran it true real-time perilaku sebagian besar kali. Tapi thread
penciptaan dan penghapusan telah periodik penundaan lebih dari 1 millisecond terjadi setiap detik.
Sistem yang kompleks dan sangat dapat dikonfigurasi. Konfigurasi dari 3,0 TM adalah rumit
proses. Dokumentasi tidak memberikan pengetahuan mendalam tentang inner pekerjaan yang
meskipun sistem API yang didokumentasikan. Sistem yang kuat dan tidak bocor memori
terjadi bahkan di bawah kondisi stres. TM 3,0 menggunakan memori virtual perlindungan untuk melindungi diri faulty terhadap aplikasi.

4. pSOS adalah kernel kecil cocok untuk aplikasi embedded. Perangkat lunak ini menggunakan bis
untuk berkomunikasi antara berbagai modul. Pilihan modul yang akan digunakan dapat dilakukan di
waktu kompilasi sehingga cocok untuk aplikasi embedded. Sistem flat ruang memori.
Semua threads berbagi ruang memori yang sama dan juga berbagi semua objek seperti semaphores. Sehingga memiliki lebih banyak peluang yang sungguh-sungguh. Sekitar 239 berguna urutan prioritas tingkat tersedia sehingga cocok untuk Rate monotonic penjadwalan. pSOS memiliki multiprocessor versi pSOS + m yang dapat memiliki satu node sebagai master dan jumlah node sebagai budak. Kegagalan dalam master namun akan mengakibatkan sistem crash. Itu Integrated Development Environment yang komprehensif dan tersedia untuk Windows
dan sistem UNIX. Aral yang RTOS ini adalah bahwa hal itu hanya tersedia f atau dipilih
prosesor dan kurangnya mutexes dalam beberapa versi mengarah ke prioritas inversi [10].


5. VxWorks terpenting adalah pengembangan dan pelaksanaan lingkungan kompleks untuk real-time dan aplikasi yang terdapat pada berbagai sasaran prosesor. Tiga sangat terintegrasi
komponen yang disertakan dengan VxWorks: tinggi scalable kinerja operasi real-time
sistem yang melaksanakan target pada prosesor; satu set kuat lintas-alat pembangunan; dan
penuh berbagai pilihan perangkat lunak komunikasi seperti Ethernet atau serial line untuk target
sambungan ke host. Jantung OS adalah Wind microkernel yang mendukung multi-tasking, penjadwalan, intertask manajemen dan pengelolaan memori. Semua fungsi lain
adalah melalui proses. Tidak ada perlindungan hak antara sistem dan aplikasi dan
juga untuk mendukung proses komunikasi di antara berbagai prosesor yang miskin [10].

6. Windows NT Keseluruhan arsitektur yang baik dan dapat RTOS yang cocok untuk sistem kontrol yang kebutuhan pengguna yang baik dan dapat mentolerir yang berat persyaratan yang diminta untuk mencari instalasi. Perlu harddisk dan prosesor yang kuat. Configurati dan interaksi
memerlukan berdedikasi layar dan keyboard. Pilihan untuk memilih komponen instalasi
terbatas dan tidak mungkin untuk memuat dan membongkar komponen utama secara dinamis. Karena semua keterbatasan Windows NT tidak suitabl e tertanam untuk aplikasi. Hal ini tidak sesuai
untuk aplikasi real time lainnya karena faktor sebagai berikut :
a) Terdapat hanya 7 tingkat prioritas & tidak ada mekanisme untuk menghindari prioritas inversi
b) Antrian dari benang menunggu di tiang sinyal diselenggarakan dalam rangka FIFO. Disini ada
tidak ada kaitan untuk prioritas, hampering respon kali tugas prioritas utama.
c) Walaupun ISR tanggapan yang cepat, yang Ditunda Prosedur Panggilan (dpc) adalah penanganan
masalah karena dikelola dalam urutan FIFO.
d) The thread beralih latency tinggi (~ 1,2 ms), yang tidak dapat diterima di banyak nyata --
waktu aplikasi.

Literatur

thns.tsinghua.edu.cn/jsj00004/Chap10.ppt

www.cs.york.ac.uk/rts/books/RTSbookThirdEdition/chap1.ppt

codex.cs.yale.edu/avi/os-book/os7/slide-dir/ch19.ppt

www.cse.iitd.ernet.in/~suban/csl373/rtos.ppt

www.cse.iitb.ac.in/~cs684/spring09slides/RealTime/rtos_comparison.ppt

ls12-www.cs.tu-dortmund.de/staff/marwedel/es-book/slides08/es-marw-4-rtos.ppt

www.cosc.brocku.ca/Offerings/3P95/local/rtos.ppt

cs.uni-salzburg.at/~ck/teaching/EECS290O-Spring-2001/alvin.ppt

cmpe.emu.edu.tr/chefranov/Cmpe443-RTS-09Spring/LectureNotes/Laplante-Ch3.ppt

www.vr.ncue.edu.tw/esa/EmbeddedSystemProgramming/ch06.ppt

deneb.cs.kent.edu/~mikhail/classes/es.u01/Realtime%20OS.ppt

Read more.....

Kamis, 04 Desember 2008

Struktur Fisik File Pada Sebuah Random Access Device

1. Disk Overview
Disk terbuat dari satu atau lebih cakram yang dapat merekam data seperti halnya phonograph record, cakram ini berputar pada satu titik putar yang tetap. Pada setiap permukaan nya terdapat bagian read/write head , data ini direkam pada permukaan cakram yang berputar dibawah read/write head tersebut. Jika cakram dari disk ini terbuat dari rigid material maka disk ini dikenal dengan nama hardisk dan jika cakramnya terbuat dari material yang tipis dan fleksibel maka disk ini dikenal dengan nama floopy disk.

Ketika disk platter berputar read/write head bergerak pada setiap permukaan platter tersebut. Track adalah permukaan yang dapat dilakukan suatu perekaman yang berputar dibawah read/write head. Kita dapat menyimpan data pada setiap track sampai tidak terdapat lagi ruang kosong untuk menyimpan data tersebut.


Sebelum suatu disk dapat dibaca atau pun ditulis, disk tersebut harus di inisialisasi terlebih dahulu , ini berarti beberapa informasi yang memadai harus lah dituliskan ke dalam disk untuk memastikan bahwa data akan dapat dialokasikan dan diatur sbaik mungkin. Sebagai contoh beberapa bentuk informasi ini akan dituliskan ke dalam disk kapanpun disk ini di inisialisasi ataupun di format seperti volume table of content ,space allocation table, satu atau lebih bootstrap records, dll.
Untuk dapat mengenali atau menemukan suatu block data yang kita butuhkan maka dibuatlah suatu addressing yang bernama PBN(physical address block) yang terdiri dari :cylinder number, track number, dan record number.

2. Disk File Structure

2.1 Boot Block
Boot block adalah suatu program pendek yang akan secara otomatis di load pada memori utama ketika mesin komputer dinyalakan.boot block terletak pada block paling pertama pada cylinder 0 dan track 0.
2.2 Volume Label
Volume label dibutuhkan untuk menyatakan bahwa disk yang benar telah di mount di device. Volume label di dalam disk terdapat pada block yang belum terdefinisi, biasanya letak block ini berada setelah boot block. Terdapat nama volume yang menyediakan identitas yang unik dari disk pack pada volume label ini. Fungsi yang mengenali dan memverifikasi apakah volume yang benar yan telah di mounted adalah fungsi automatic volume recognition.
2.3 Disk Allocation Table
Tujuan dari disk allocation table ini adalah untuk mengontrol bagaimana space akan dialokasikan. Tabel ini mengetahui secara eksplisit apa yang sudah dan apa yang tidak dialokasikan untuk user atau sistem file.terdapat beberapa cara yang menentukan di space mana yang dapat dialokasikan dan dapat dikontrol pada disk pack. Diantaranya adalah bitmap dan extent.bitmap biasanya digunakan pada mesin kecil dan extent biasanya digunakan pada computer besar atau mainframe.
Bitmap. Jika disk terdiri dari fixed length blocks terkadang disebut juga dengan sectors, kita dapat mengontroln space di dalam disk dengan mempunyai disk allocation file. File ini mengandung bitmap dan seluruh dari blok yang tidak teralokasikan pada disk. Bit map mengandung satu bit untuk setiap blok dalam media. Jika blok tidak dialokasikan pada file manapun maka bit diset pada 1.dan ketika user program meminta lebih disk space pencarian dapat dilakukan dengan cara pencariaan nilai blok bit map yang tidak nol, jika ditemukan maka bit tersebut diset ke nol, dan sebaliknya jika user tidak memerlukan blok kembali maka bitnya akan dikembalikan ke nilai satu. Setiap user file juga membutuhkan asosiasi dengan fie allocation bitmap.format dan cara penggunaan nya sama dengan disk allocation bitmap. Kita dapat memiliki suatu file bit map yang setiap bit merepresentasikan tidak satu tetapi beberapa blok bersambung pada disk, beberapa blok bersambung pada disk ini dikenal dengan nama cluster. Cluster adalah sejumlah disk space minimum yang akan di alokasikan per satu permintaan. Dan ukuran dari cluster adalah nomer dari blok yang dikontrol oleh setiap bit pada bitmap file. Tahapan yag dibutuhkan dalam pengalokasian, mengembalikan space di dalam disk adalah sebagai berikut:
1. Kunci disk allocation table
2. Baca disk allocation table
3. Cari pada disk allocation table untuk space yang dapat digunakan
4. Alokasikan space dan tulis kembali blocks yag telah terbaharui kembali pada disk
5. Baca file allocation table
6. Tulis update dari file allocation table ke disk.
7. Buka kunci dari disk allocation table

2.4 Directory
Ketika kita telah memvalidasi mounted disk dengan volume yang benar , bagaimana kita dapat mengetahui files apa yang telah dituliskan ke dalam disk. Salah satu dari algoritma untuk dapat melacak pengalokasian dari disk space adalah, pertama volume label mengandung pointer dari blok yang lain. Yang mana adalah blok pertama dari master directory file. Terkadang file ini di referensikan sebagai volume table of content(VTOC). Alternatifnya directory dapat ditempatkan pada tempat yang diketahui disk pack. Struktur directory dapat berscope single maupun dalam scope multilevel. Didalam struktur single level directory setiap file yang ada pada disk di listkan dalam satu directory yang sama. Pada struktur ini tidak terdapat perbedaan tipe file. Bentuk sturktur yang lain adalah multilevel yang mana dapat memiliki tidak hanya file data tetapi dapat juga berupa directory yang lain yang dikenal denga sub directories. Satu keuntungan dari multilevel file structure adalah file dapat secara logic di pisahkan dengan directories. Jadi satu bentuk type file dapat di simpan di satu directories dan bentuk yang lain disimpan di directory yang lain nya. Setiap entry pada directory memiliki bentuk informasi seperti file name, address of the file , file security and protection information, dan file attributes.

Read more.....

Permasalahan pada real world database

1.1 Incomplete data
Incomplete data adalah suatu permasalahan yang terjadi ketika pada suatu database terdapat suatu tuple yang tidak meiliki suatu nilai, atau biasa disebut dengan missing value. Permasalahan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya dapat terjadi karena kesalahan dari operator yang tidak memasukan data secara benar atau komplit, dapat juga dikarenakan tidak disadarinya bahwa data tersebut merupakan nilai dari suatu transaksi yang harus di masukan kedalam database, data yang relevan tidak dimasukan karena kesalahpahaman , atau dapa juga karena kerusakan pada peralatan sehingga transaksi tidak dapat di rekam kedalam database.


1.2 Inconsistent data
Inconsistent data terjadi ketika terdapat suatu nilai yang berbeda dari suatu atribut kunci yang sama terdapat pada suatu database. sebagai contoh jika suatu atribut kunci id pegawai yang meimiliki nilai pada atribut tahun kelahiran pada tahun 1980 tetapi memiliki nilai pada atribut usia 45 tahun. Hal ini tentu saja memiliki nilai yang tidak konsisten dimana seharusnya pegawai dengan tahun kelahiran pada tahun 1980 pada saat ini berusia 28 tahun. Contoh lain adalah jika pada suatu atribut rating telah diisi dengan nilai “1”,”2”,”3”, kemudian ditulis dengan nilai “a”,”b”,”c”. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa sebab seperti data source yang berbeda, masalah pada ketergantungan fungsional (perubahan yang dlakuan pada data ang terhubung).
1.3 Noisy data
Noisy data merupakan suatu permasalahan yang terjadi ketika suatu nilai dari suatu atribut dapat dikatagorikan sebagai data yang “aneh”. Dalam artian besar kemungkinan data aneh yang dimaksud merupakan data yang salah. Sebagai contoh ketika satu pelanggan pada suatu mini market membeli produk gula pasir dalam jumlah yang besar, sedangkan diketahui bahwa dalam persediaan mini market tersebut untuk satu periode penjualan tidak mencapai jumlah yang dibeli oleh pelanggan tersebut. Data pembelian pelanggan tersebut dikatagorikan sebagai noisy data atau data “aneh”. Seperti permasalahan sebelumnya penyebab permasalahan ini dapat diakibatkan oleh kesalahan manusia atau terjadi kerusakan pada peralatan.
2. Data cleaning
Data cleaning rutine menyelesaikan permasalah incomplete data dan noisy data dengan mengisi nilai yang kosong, memperbaiki data ”aneh”, mengidentifikasi dan menghilangkan outliers, dan memperbaiki inconsistent data.
2.1 Mengisi Nilai kosong
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengisi nilai kosong adalah sebagai berikut:
a. Ignore the tuple
Metode ini tidak cukup efektif kecuali jika tuple terdiri dari beberapa atribut yang tidak meiliki nilai. Lebih jelasnya jika atribut yang tidak bernilai pada tuple lebih banyak daripada atribut yang bernilai pada tuple.
b. Isi nilai pada atribut yang kosong secara manual
Hal ini pada umumnya mengkonsumsi waktu yang relatif lama.
c. Menggunakan konstanta global untuk mengisi nilai yang kosong
Mengisi seluruh nilai atribuk yang kosong dengan satu nilai konstan seperti “unknow” .
d. Menggunakan atribut mean (statistik) untuk mengisi nilai yang kosong
Menggunakan nilai yang sering muncul pada atribut yang sama, sebagai contoh jika rata-rata pembelian gula suatu pelanggan pada mini market adalah seperempat kg maka pada nilai yang kosong diisikan nilai seperempat kg.
e. Menggunakan atribut mean pada class yang sama pada tuple yang ada
Mengisi nilai sesuai dengan isi dari class yang sama, sebagai contoh untuk kelas grosir rata-rata pembelian gula adalah 2kg maka pada pelanggan yang memiliki atribut pembelian gula yang kosong sesuai dengan kelas grosir maka disikan nilai 2kg.
f. Menggunakan nilai yang paling mungkin untuk mengisi nilai yang kosong
Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode-metode seperti baysian formalism, tree decision, dsb.
2.2 Memperbaiki data “aneh”
Beberapa metode yangdigunakan adalah sebagai berikut:
a. Metode binning
Metode ini mengganti data “aneh” dengan mengkonsultasikan dengan data-data disekitarnya.
b. Metode regresion
Metode ini menggunakan pemetaan dari suatu fungsi dari dua data yang berada pada satu kelas, dengan demikian maka dapat memperkirakan isi dari data yang “aneh”.
c. Metode clustering
Data “aneh” dapat diidentifikasi dengan cara pengclusteran atau pengelompokan nilai. Nilai yang berada terpisah dari kelompok nilai maka dapat disebut sebagai data ”aneh”.
2.3 Memperbaiki inconsistent data
Untuk dapat menghandel inconsistent data dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:
a. Perbaikan secara manual
b. Menggunakan routine designed untuk mendeteksi inconsistent dan secara manual memperbaikinya sebagai contoh routine menggunakan batasan global (age>10) atau menggunakan ketergantungan fungsional.
c. Inconsistent data dapat juga diperbaiki saat proses data integration.

Read more.....

Selasa, 25 November 2008

Contoh Tugas Akhir Teknik Informatka

Abstraksi
Dunia komputer memiliki perkembangan yang sangat cepat, baik perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware). Jika dibandingkan, tentunya perkembangan perangkat lunak lebih unggul dari sisi kuantitas bila dibandingkan dengan perangkat keras. Walaupun demikian perangkat lunak tetaplah harus mengikuti konfigurasi perangkat kerasnya.
Perkembangan teknologi informatika tentunya tidak dapat dilepaskan dari perkembangan hardware dan software. Begitu banyaknya area informatika, sehingga teknologi ini mampu menembus segala aspek kehidupan. Salah satu teknologi yang begitu penting adalah komunikasi data. Tentunya sangatlah benar bahwa suatu teknologi harus mampu berkomunikasi dengan yang lainnya. Hal ini akan berdampak positif bagi masyarakat teknologi.


Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dewasa ini, semakin banyak sumber-sumber yang menyediakan layanan informasi yang dapat diakses dimana saja dengan waktu yang relatif singkat. Komunikasi jarak jauh ini dimungkinkan dengan pemanfaatan teknologi jaringan (network) baik dalam skala lokal maupun skala yang lebih luas seperti internet. Dalam jaringan komputer tentu tidak terlepas dari materi yang membahas tentang transfer data, keamanan data, bandwidth dan sebagainya. Berbicara tentang distribusi data tentunya harus didukung dengan pengamanan terhadap data yang akan dikirim serta bagaimana mengoptimasi ukuran data agar supaya beban jaringan dapat diminimalisir. Keamanan data dalam suatu jaringan biasanya telah dilakukan oleh sistem operasi dengan metode-metode standart (DES, Caezar Chiper) tertentu yang biasa disebut dengan encript/decript.
Encrypt dan decript pada file pada dasarnya adalah transformasi terhadap teks. Dalam proses transformasi banyak sekali metode yang digunakan dimana pada intinya memiliki tujuan yang sama yaitu mengamankan data yang akan dikirim melalui berbagai media, baik media cable, visat maupun radio link.
Jaringan selular adalah sebuah komponen yang sangat penting dalam perekonomian dan kehidupan sosial saat ini. Selain layanan suara, pesan teks merupakan layanan yang sangat sering digunakan oleh pelanggan. Selain itu seiring dengan perkembangan jaman, banyak perusahaan telekomunikasi yang memperluas layanan SMS-nya selain dapat diakses pada jaringan internalnya yang merupakan jaringan selular tetapi juga memanfaatkan jaringan internet, sehingga para pengguna dapat menggunakan antar muka internet untuk menggunakan layanan SMS.
Secara umum SMS tidak menjamin kerahasiaan dan keutuhan pesan yang dikirimkan oleh pengguna. Oleh karena pesan-pesan teks yang dikirim pengguna terkadang merupakan pesan yang rahasia dan pribadi, sehingga kerahasiaan pesan menjadi sangat penting untuk dijaga dari orang-orang yang tidak berhak mendapatkannya. Sehingga dibutuhkan suatu sistem keamanan dalam menyampaikan pesan tersebut. Terlebih karena keterbatasan memori dan juga karakter yang berbeda dalam penyampaian data melalui sistem sinyal jaringan selular dibandingkan dengan jaringan internet, maka dibutuhkan sebuah mekanisme pengamanan yang unik dalam menangani permasalahan tersebut agar besar data yang ditransmisikan diusahakan seminimal mungkin dan tetap menjaga kerahasiaanya.
Dalam tugas akhir ini penulis mencoba menerapkan suatu teknik transformasi text yang diterapkan dalam mobile teknologi dan digunakan untuk mengirim pesan atau biasa disebut dengan SMS (Short Messages Service). Hal ini penulis lakukan karena sampai saat ini belum dapat penulis temui mengenai keamanan data (transformasi teks) yang dilakukan dengan perangkat lunak yang ditanam dalam sebuah perangkat handphone. Keamanan data yang ada di handphone biasanya hanya diterapkan pada medianya seperti teknology bluetooth, infrared maupun wifi.
Oleh karena itu tugas akhir ini mengambil judul “Penerapan Transformasi text (Aracrypt) untuk pengamanan data pada layanan pesan singkat dalam Handphone bersistem operasi Windows mobile ”, sebagai tema penelitian tugas akhir penulis.

| Download Contoh TA |

Read more.....

Jumat, 07 November 2008

SYSTEM REQUIREMENT

1. Software Engineering, Ian Sommerville

Menurut Ian Sommerville didalam bukunya yang berjudul Software Engineering, persyaratan system adalah aktivitas yang ditujukan untuk mencari persyaratan system secara menyeluruh. sebagaimana analisis persyaratan perangkat lunak. Proses ini melibatkan konsultasi dengan pelanggan system dan end user.Persyaratan sistem terbentuk setelah melalui tiga proses pendefinisian persyaratan yakni:
• Proses pendefinisian fungsional abstrak, fungsi dasar yang harus diberikan system didefinisikan pada tingkat abstrak.spesifikasi persyaratan fungsional yang terperinci dilakukan pada tingkat subsistem.
• Property system,pendefinisian properti non fungsionalyang mencakup kehandalan, kinerja, keselamatan, dll.
• Pendefinisian karakteristik yang tidak boleh ada pada system.
Suatu bagian penting dari fase pendefinisian persyaratan system adalah menetapkan satu set tujuan menyeluruh yang menyeluruh dari sebuah system. Tujuan ini tidak harus dinyatakan sebagai fungsionalitas system tetapi harus mendefinisikan mengapa system dibuat untuk lingkunngan tertentu. Kesulitan dasar dalam menetukan persyaratan system adalah bahwa masalah yang menyebabkan dibuatnya suatu system kompleks tersebut merupakan masalah yang sangat kompleks dan memiliki banyak entitas yang berhubungan sehingga tidak ada spesifikasi masalah yang pasti.Penyebab dari masalah ini hanya muncul dengan dikembangkan nya suatu solusi.



2. What Every Engineer Should Know about Software Engineering; Philip Laplante

Menurut Philip Laplante persyaratan system adalah deskripsi terperinci dari fungsional system dan batasannya. Persyaratan system merupakan turunan dari persyaratan user. Dengan demikian menurut laplante persyaratan system adalah suatu proses pendefinisian tujuan dan fungsional system setelah proses persyaratan user terdefinisi sebagai dasar penurunan untuk menentukan kebutuhan dari system, dan diteruskan dengan proses pendefinisian persyaratan perangkat lunak. Sedangkan syarat terbentuknya persyaratn system menurut laplante persyaratan system melibatkan client dan kontraktor yang berdiskusi tentang tujuan dari system secara keseluruhan dan persyaratan system juga berperan sebagai kontrak diantara mereka berdua.

3. Software Requirements, http://www.swebok.org/ch2.html

Menurut artikel ini ,persyaratan system adalah suatu persyaratan yang harus ada pada system secara keseluruhan .pembentukan nya adalah dengan mendefiniskan tujuan dari system yang akan dibuat oleh perekayasa perangkat lunak setelah mendapatkan rincian data kebutuhan dari persyaratan user. proses pendefinisian dengan menurunkan tujuan system secara global dari persyaratn user dan mendokumentasikan nya mencakup latarbelakang informasi fungsional system, batasan-batasanya dan non-fungsional system. persyaratan system merupakan basis yang akan diturunkan menjadi persyaratan perangkat lunak.

Kesimpulan

Dari tiga literatur yang penulis pelajari, terdapat kesamaan persepsi atas pengertian persyaratan system secara garis besar, dapat ditarik kesimpulan persyaratan system adalah suatu persyaratan yang harus terpenuhi oleh system secara global.dan diketahui bahwa persyaratan system merupakan suatu level abstraksi persyaratan yang masih gamang, yang dimaksudkan untuk menyederhanakan suatu domain masalah yang ada, sehingga dapat lebih mudah diidentifikasi tingkatan-tingkatan masalah tersebut, agar lebih mudah untuk menentukan suatu solusi. Dari proses pendefinisian persyaratan system yang didapatkan dengan penurunan dari persyaratan user untuk diturunkan kembali menjadi suatu persyaratan perangkat lunak sehingga dapat diperkirakan berbagai estimasi seperti biaya, waktu, fungsi-fungsi yang ada dll.



Read more.....